AWAS, 7 Hal Ini Yang Menyebabkan Persediaan Air Bersih Berkurang

Posted on

SebelumTidur.Com – Musim kemarau tengah melanda indonesia sekarang ini melahirkan problema khas yaitu banyak penduduk kesulitan air bersih. Kita lihat di media massa masyarakat sampai harus berjalan jauh demi mendapatkan satu derigen air bersih.

Disini kami terpanggil untuk kemudian memberikan sajian dengan tema apasih 7 Hal Yang Menyebabkan Persediaan Air Bersih Berkurang dan kira kira solusi kontribusi yang bisa kita lakukan apa supaya air bersih bisa tercukupi di kemudian hari.

Mengenal Sosok Pejuang Air Bersih, Mbah Sadiman

Tetapi, sebelum jauh membahas, SebelumTidur.Com mengajak anda mengenal sosok Mbah Sadiman. Beliau merupakan pahlawan air bersih yang luar biasa. Beliau telah memerdekakan warga di sekitar Gunung Gendol, Bulukerto, Wonogiri dari kekeringan dan krisis air bersih.

Mbah Sadiman Bulukerto Wonogiri Tokoh Cara menjaga kebersihan air minum

Apa yang sudah dilakukan beliau luar biasa. Sudah berjalan 19 tahun, ia sendiri menanam lereng Gunung Gendol  dengan jumlah 11.000 bibit tanaman. Dimana 4.000 bibit diantaranya bibit pohon beringin. Bukan medan yang mudah, Mbah Sadiman berjalan kaki menanjak 2 kilometer lebih buat mencapai area tanamnya.

Mbah Sadiman tanpa pamrih secara telaten menghijaukan lereng gunung. Semula beliau dipandang aneh dan bahkan mendapatkan cibiran. Mau maunya menanam, memelihara, memupuk tanaman di lereng gunung. Tanpa ada satupun orang yang membayarnya melakukan semua itu.

Tidak tanggung tanggung, demi menjaga visinya menjaga warisan air bersih bagi warga desanya, Ia harus mengeluarkan uang kepada warga yang memiliki tanah, agar tanaman yang sudah dia tanam tidak ditebang / dirusak.

Dampaknya bagaimana? Sekarang 3000 warga menimati air bersih. Padahal sebelumnya sangat menyedihkan, demi mendapatkan air, para warga warga mengandalkan sungai-sungai dan sumur kecil yang akhirnya pun kadang kering saat puncak kemarau.

Pelajaran apa yang Bisa kita petik?

Sepatutnya kita malu kepada beliau yang umurnya sudah tak lagi muda. Malu dengan kontribusi nyata dibanding kita yang sok sudah memiliki kontribesar kepada negara kalau sudah nyetatus di sosial media. Padahal aslinya, no sense, sama sekali tidak berkontribusi apapun.

Woke, simpelnya apa saja pelajaran lain yang bisa kita petik?

Kita jadi belajar bahwa cara menjaga kebersihan air minum serta terjaganya ketersediaan air minum ialah dengan memastikan cukupnya tumbuhan / pepohonan. Pepohonan itu akan membantu manusia agar air tidak langsung terkirim semua ke laut.

Banyak tumbuhan pula menjadikan ‘saringan alami’ sehingga menjadikan air itu bersih. Simak eksperimen kecil berikut:

7 Hal Yang Menyebabkan Persediaan Air Bersih Berkurang Di Indonesia

Eksperimen yang mengajak kita membuktikan dalam galon pertama di kasih banyak tanaman, galon ke dua dengan sampah sampah, galon ketiga hanya tanah biasa saja. Setelah kita alirkan air di ketiga galon, kita bisa menganalisa hasil airnya.

Pada galon yang banyak tanamannya, hasilnya jadi jernih. Hasil yang tidak ada tanaman, isinya sampah kotor. Lalu yang lahan gundul hanya tanah saja, hasilnya air super kotor.

Maka tidak heran ketika mbah sadiman menanam ribuan pohon dilereng bukit, masyarakat yang berada disekitar bukit bisa menikmati air bersih ‘gratis’. Ketika hujan datang dari langit, airnya meresap melalui sisi sisi pepohonan. Lalu dengan mekanisme alam, air hujan itu meresap ke bawah dan menghasilkan air yang bersih.

Lalu apa saja 7 Hal Yang Menyebabkan Persediaan Air Bersih Berkurang?

Tentunya banyak sekali, simpelnya perbuatan yang bertentangan dengan apa yang sudah diperjuangkan oleh mbah sadiman. Antara lain?

  1. Eksploitasi Air Bersih yang tidak ramah lingkungan. Sudah jamak diketahui di beberapa sumber air kini dikuasai oleh swasta. Perusahaan besar tersebut kadang tidak peduli dengan lingkungan. Penting dia bisa mengambil air dan jualan lancar.
  2. Penebangan pohon pohon di atas bukit yang menjadi sumber sumber air secara tidak terkontrol. Seharusnya ketika ada jadwal tebang, sesaat setelah itu harus sudah ada fase penanaman kembali tanaman yang sudah ditebang dengan bibit baru.
  3. Enggan melakukan reboisasi. Sudah sadar ‘area atas’ kering kerontang malah enggan menghijaukan kembali. Enggan menempuh jalur yang sudah mbah Sadiman lakukan. Maka ketika ada hujan datang, air sekonyong konyong mengalir deras tanpa ada yang menyaring maupun menghambat. Selain air jadi kotor hal itu menjadi penyebab lahirnya tanah longsor juga banjir.
  4. Perilaku membuang sampah sembarang baik ke tanah maupun ke sumber air. Dimanapun sampah yang tidak di olah secara serius akan merusak sumber sumber air bersih yang ada.
  5. Pemerintah tidak menindak tegas perusahaan yang membuang polutan yang menyebabkan pencemaran di tanah maupun air. Termasuk pencemaran yang disebabkan oleh rumah tangga.
  6. Masyarakat enggan membuat sumur resapan disetiap rumah. Andai setiap rumah disediakan sumur resapan tentunya sumur sumur tidak akan mudah kering.
  7. Pengaturan yang ketat sumur bor. Kadang hidup di dekat orang yang terlalu banyak sumur bor menyebabkan kita susah mendapatkan air bersih. Kecuali ikut ikutan membuat sumur bor juga.

Ya itulah 7 Hal yang menjadi penyebab penduduk indonesia susah mendapatkan air bersih. Daftarnya bisa bertambah lebih panjang ketika bentuk geografinya berbeda. Misalnya di pulau terpencil yang kanan kirinya langsung laut, tentu urusan air bersih buatuh mendapatkan perlakukan secara khusus.

Ayo sharekan artikel ini, kita dukung aksi mbah Sadiman – Sadiman lainnya. Syukur menjadi teladan dari diri kita sendiri dulu dari membakar sampah yang tidak terpakai, jangan buang sampah sembarangan di sungai, mendukung proyek sumur resapan di dekat rumah kita. Demi KETERJAGAAN AIR BERSIH KITA DI MASA YANG AKAN DATANG!

Topik Bahasan:

Cari penyebab berkurangnya ketersediaan air bersih, penyebab berkurangnya air bersih. Seru Kan? Apa Pendapatmu tentang Topik di Atas?
Advertisements

One thought on “AWAS, 7 Hal Ini Yang Menyebabkan Persediaan Air Bersih Berkurang

Bagi Dong, Bagaimana Pendapat Positifmu tentang Topik Di atas?