Kisah kejujuran yang mengharukan
Kisah kejujuran yang mengharukan

Kisah Kejujuran yang Mengharukan, Cinta Berduri untuk Seorang Pemuda

Posted on

Sebelumtidur.com – Kisah Kejujuran yang Mengharukan, Cinta Berduri untuk Seorang Pemuda. Berawal dari pertemuan yang tidak sengaja dan berakhir menjadi duka, duka itu terus melanda sampai bunga kembali mekar dan senyum adalah obatnya.

Cerita tentang kejujuran ini tidak seperti cerita tentang kejujuran dalam Islam atau cerita tentang kejujuran siswa di sekolah. Ini bercerita tentang hati. Pemuda yang penuh dengan kekuatan untuk memikul beban cinta yang ada dalam hatinya.

Kisah nyata ini dialami dua sejoli yang sedang asik merajut cinta, tapi ternyata nasib belum mepertemukan mereka, alasan apa yang membuat mereka menjauh yaa? Simak ceritanya berikut ini,

Kisah Kejujuran yang Mengharukan

Kisah kejujuran yang mengharukan. Saat itu sekitar usia 16 tahun seorang wanita remaja yang baru mengenal cinta. Ada pemuda lain yang saat itu berusia 19 tahun, usia keduanya memang sangat belia dan jauh dari kata dewasa.

Keduanya belum pernah mengenal sebelumnya padahal mereka ada di satu sekolah saat SMP dan saat ini si wanita kelas 3 SMK, sebut saja namanya Nana, dan pemuda itu sudah bekerja sebut saja namanya Aji.

Nana dan Aji saling berkenalan dalam sebuah majelis ilmu yang diselenggarakan di desanya, pengajian itu diadakan setiap malam minggu saja, diajar oleh ustadz dan ustadzah. Kajian rutin malam minggu itu diadakan untuk memberikan kegiatan positif pada anak anak muda di desa tersebut.

Tidak disangka sangka Aji sering melirik Nana, begitu pula Nana sering membalas lirikan dari Aji. Keduanya jatuh cinta dan hanya diam diam saja.

Lama kelamaan Aji menangkap sinyal positif yang diberikan Nana. Aji merasa Nana membalas cinta yang dia berikan. Aji mulai mencari nomor HP Nana dan akhirnya mereka berkomunikasi dengan pesan singkat.

Suatu hari Aji yang sudah lulus sekolah memutuskan untuk merantau ke Jakarta, yaa Aji diterima di perusahaan otomotif yang terkenal yaitu PT. Astra Honda Motor. Aji berpamitan kepada Nana, pada saa itu hubungan mereka masih sebatas sahabat saja.

Tapi saat Aji berpamitan, Nana memberikan kata kata yang sangat menyedihkan untuk Aji melalui pesan singkat,

“Selamat berjuang untuk sahabatku semoga dimudahkan meraih cita citamu, bulan yang merindu di atas sana hanya akan terdiam sampai matahari menyinarinya. Bulan akan meredup seiring berjalannya waktu jika matahari enggan memberikan sinar cinta.”

Pesan singkat itu membuat Aji menjadi bingung, dia berpamitan biasa tapi sepertinya ditanggapi berbeda oleh Nana.

Melihat hati Nana, sebenarnya Nana mengharapkan memiliki hubungan yang lebih dengan Aji, tapi Aji belum mau mengungkapkan perasaannya. Aji takut karena dia belum meiliki apa apa dan belum siap jika harus menikahi Nana.

Selama Aji dan Nana terpisah mereka masih berhubungan dengan baik hingga akhirnya Aji memutuskan untuk menjalin komitmen dengan Nana.

Niatan itu dia tahan sampai dia pulang ke kampung halaman, yaa Aji yang pekerja keras itu hanya bisa pulang 2 momen dalam 1 tahun yaitu pada hari raya Idul Fitri dan pada tahun baru masehi saja.

Saat itu Aji mendapat libur di tahun baru, dia menyempatkan bertemu Nana yang sudah bekerja di salah satu pabrik garmen. Aji membersamai Nana berangkat bekerja, yaa lucunya mereka memakai motor sendiri sendiri tidak berboncengan.

Saat Cinta Mulai Berbicara….

puisi kejujuran adalah segalanya
Puisi kejujuran adalah segalanya

Sebenarnya keduanya adalah guru TPA di desa mereka, yaa mereka saling cinta tapi cinta itu mereka selimuti agar tidak terlalu nampak dan akan diperlihatkan ketika mereka sudah resmi menikah saja.

Sesampainya mereka di parkiran pabrik tempat Nana bekerja, Aji mengungkapkan rasa kepada Nana,

“Dik, aku memang belum memiliki penghasilan yang tetap untuk masa depan, aku juga belum tau sampai kapan kontrak kerja ku diperpanjang, tapi aku ingin serius menjalin hubungan denganmu, aku ingin memiliki komitmen denganmu, bersama sampai waktu mempertemukan dalam pernikahan, apa kamu mau berkomitmen dengan ku dik?”

Perkataan yang halus dan tanpa basa basi, Aji mengungkapkan rasa itu, Aji tidak menginginkan pacaran tapi ingin berkomitmen dengan jelas yang bertujuan pada pernikahan.

Mendengar kata kata itu pipi Nana menjadi merah, dia mengangguk dan menerima perasaan Aji. Akhirnya hari itu menjadi kenangan untuk mereka berdua.

Bulan berganti tahun pun ikut berganti. Kontrak kerja Aji diperpanjang, yang sebelumnya 1 tahun ditambah 1 tahun lagi. Nana tidak bekerja di pabrik garmen lagi, Nana diterima kuliah di salah satu universitas negeri di Yogyakarta dengan beasiswa full dari pemerintah.

Godaan Silih Berganti….

Suatu kebanggan bagi Nana yang memang sejak dulu ingin berkuliah dan bercita cita menjadi guru. Keadaan sedikit berubah, di tempat kuliah Nana bertemu dengan berbagai jenis orang dan karakter.

Dia masuk menjadi salah satu anggota rohis di daerah tempat dia kos. Tempat itu memberikan pelajaran yang banyak tentang agama Islam.

Ternyata di tempat itu banyak ikhwan yang menyukai Nana, bahkan beberapa diantaranya mengajak Nana menikah saat Nana sudah lulus.

Nana kaget dengan kondisi yang dia alami, semua suasana berubah. Tapi keyakinan Nana masih satu yaitu setia dengan komitmen yang dia jalani dengan Aji.

Saat itu Aji sudah merantau selama 3 tahun dengan kontrak yang diperpanjang 2x. Saat Nana memasuki semester 3 Aji ikut melanjutkan pendidikannya ke jenjang sarjana. Aji kuliah di universitas swasta Islam di daerah Solo.

Hubungan mereka mulai ada masalah karena Aji meras Nana semakin sibuk dengan dunia kampusnya, kenapa tidak? Memang Nana seorang aktifis kampus sekarang, dia mengikuti berbagai kegiatan yang ada di kampusnya.

Hingga suatu masalah besar terjadi,

Hubungan Aji dan Nana diketahui orang tua Nana, orang tua nana memberi nasehat agar Nana berpisah dengan Aji. Kondisi ini membuat Nana mngalami syok yang sungguh berat. Alasan yang diberikan orang tuanya sangat tidak dapat dia terima.

Bukan masalah harta bukan pula tentang pendidikan. Nana menyembunyikan semuanya dari Aji, dia bertingkah biasa dan tetap menjalin komunikasi dengan Aji seperti biasa.

Yaa memang selama ini Aji dan Nana menjalin komitmen tetapi komunikasi mereka hanya lewat pesan singkat dan kadang telpon itu pun sangat jarang, karena mereka berpegang teguh dengan kesetiaan jadi hubungan jarak jauh selama 3 tahun bisa dilewati dengan mudah.

Ayah dan ibu Nana terus memberi nasehat kepada Nana, saat itu hubungannya dengan Aji memasuki tahun ke-4. Beberapa alasan orang tua Nana yaitu,

Rumah Aji ada di timur dan rumah Nana di barat jadi tidak baik kalau mereka melawan arah air, Aji adalah anak pertama dari tiga bersaudara dan ketiganya adalah laki laki, orang tua Nana khawatir dengan kehidupan Nana kalau menikah dengan Aji nantinya.

Ibu Aji terkenal dengan kecerewetannya, Ibu Nana takut kalau Nana menjadi sasaran kesalahan dan sering diomeli ibunya Aji.

Alasan paling kuat yaitu Aji memiliki nasab yang tidak bagus, beberapa keluarga Aji yaitu kakak dan adik dari ibu Aji mengalami penyakit jiwa, kakek Aji juga menderita penyakit yang sama.

Dalam hati Nana semua alasan itu di luar kehendak Aji, itu di luar diri Aji, Aji pun tidak dapat mengelak dengan takdir yang seperti itu.

Satu tahun lamanya Nana memendam semua alasan tersebut, alasan yang membuat orang tuanya tidak menyetujui jika Nana bersama dengan Aji.

Nana diambang kebingungan, satu sisi jika dia menyampaikannya pada Aji dia dan Aji akan sama sama sakit hati, tapi jika dipendam ini tidak akan baik untuk hubungan mereka.

Kisah kejujuran yang mengharukan….

Hingga akhirnya Nana minta bertemu dengan Aji di daerah Yogyakarta. Nana menceritakan semua yang dia alami dari keluarganya. Aji sangat terpukul dan menganggap alasan itu hanya diada ada saja.

Nana pun berfikir demikian, Nana sebagai anak perempuan tidak mampu melawan orang tuanya sendiri, dia hanya bisa berpasrah dengan hubungan yang dia jalani. Keduanya menangis bersama.

Kejujuran Nana ini menyakiti hati Aji yang sangat dalam, hingga Aji merasa hidupnya sudah tidak mampu lagi dia kendalikan. Hati Aji seketika hancur, hubungan yang dia jalani sepertinya akan menjadi sia sia.

Aji meminta Nana untuk memperjuangkan hubungan yang telah mereka bina. Nana pun sudah melakukannya bahkan jauh jauh hari sebelumnya, Aji menuntut untuk Nana bisa bersabar.

Tapi di sisi lain Aji juga merasa dirinya tidak mampu untuk mengatakan apa apa kepada orang tua Nana, posisi Aji masih kuliah dia juga belum lulus, belum mendapat pekerjaan, dan belum memiliki penghasilan.

Sebenarnya Aji memiliki tabungan yang banyak hasil dari kerja dia merantau, tapi tabungan itu untuk memenuhi biaya kuliahnya. Aji dilema dan hampir frustasi.

Tahun ke-5 hubungan mereka benar benar diuji. Ditambah lagi dengan cerita Nana yang mengatakan bahwa dirinya didekati banyak laki laki di tempat kuliah dan semuanya mengajak menikah Nana, Saat itu usia Nana sudah 20 tahun dan usia itu sudah banyak juga teman Nana yang menikah.

Nana masih setia dengan Aji. Walaupun dia tau kondisinya sangat menyulitkan, Nana tidak begitu memperdulikan laki laki lain yang dirasakan hanya bagaimana hubungan orang tuanya dan Aji bisa bersatu.

Desakan dari orang tua Nana untuk menghentikan hubungannya dengan Aji semakin terasa, Nana pun juga semakin beranjak dewasa dan hampir lulus kuliah.

Nana berdiskusi lagi dengan Aji dan dengan berat hati mereka memutuskan hubungan komitmen mereka. Sungguh menyedihkan sekali, hubungan yang dijalani selama ini dan tinggal menunggu mungkin hanya 2 tahun lagi mereka menikah ternyata harus selesai di jalan perpisahan.

Aji sangat sedih apalagi alasan dari orang tua Nana yang menyakitkan, dia berfikir nasabnya, nasab itu diluar kehendak dirinya jadi dia tidak mampu merubah nasab itu. Nasab yang membuat dia berpisah dari wanita yang dia cintai.

Aji melampiaskan seluruh kekesalan dan kesedihannya dengan mendekatkan diri pada Allah, mengingat Aji mengambil jurusan agama di perkuliahannya.

Sedangkan Nana melampiaskan semua kekesalannya menjadi orang yang di luar kebiasaannya. Nana yang dulu alim, wanita penuh dengan ilmu agama, dan selalu menundukan pandangan, kini menjadi wanita yang di luar batas.

Nana sering pergi dengan tidak memakai jilbab, dia main dengan laki laki, bahkan Nana berduaan dengan laki laki. Dia melampiaskan kekesalannya dengan mencari perhatian dari lawan jenis.

Sungguh Nana menjadi wanita yang jauh dari agama saat itu. Kondisi itu berlangsung tidak lama. Nana bisa sadar saat sahabat sahabatnya menasehati dirinya. Bahwa yang dilakukannya adalah salah.

Nana menangis sejadi jadinya di depan sahabatnya. Rasa itu dia keluarkan semua, cinta yang dipertahankannya harus hancur begitu saja. Saat ini kondisi Nana sudah kembali membaik dan berperilaku lurus kembali.

Aji yang dirundung kesedihan sudah bisa memulai kehidupannya dan menganggap semua itu hanyalah cobaan yang harus dia hadapi.

Keduanya saat ini berikhtiar untuk menemukan jodoh yang terbaik untuk masing masing. Kisah kejujuran yang mengharukan.

====><====

cerita tentang kejujuran dalam islam
Cerita tentang kejujuran dalam Islam

Yaaahhhh begitulah kisah kejujuran yang mengharukan yaa, rahasia yang disimpan Nana akhirnya dia ungkapkan pada Aji walaupun akhirnya mereka harus berpisah. Yukk kita ambil hikmah dari cerita di atas.

Yang namanya jodoh sudah diatur yaa. Seperti firman Allah,

Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)….”. (Q.S. An Nuur; 26)

Kisah kejujuran yang mengharukan. Jodoh menjadi ketentuan yang sudah ditakdirkan yaa, orang baik akan mendapat orang yang baik pula. Nana dan Aji belum berjodoh walaupun mereka saling setia dan berkomitmen dalam cintanya.

Pelajaran yang bisa diambil dari kisah kejujuran yang mengharukan di atas diantaranya:

  • Berpasrah diri dalam hal jodoh

Setiap orang sudah ditentukan akan berjodoh dengan siapa jadi hendaknya memperbaiki diri terus menerus agar mendapat jodoh yang baik pula. Berpasrah diri bukan berarti hanya menerima yang ada saja tapi juga mengusahakannya.

Berusaha dan berdoa itu adalah kuncinya selepas itu hasil diserahkan pada Allah, yakinlah bahwa hasil tidak akan menghianati proses yang ada.

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al Baqarah: 186)

Allah akan menjawab setiap doa dari hambanya jadi tidak ada ruginya terus berdoa untuk dipertemukan dengan jodoh sesuai impian kita.

  • Mempertimbangkan nasab seseorang dalam memilih jodoh

Apakah orang tua Nana salah? Bisa jadi iya. bisa juga tidak. Salah pada bagian alasan yang tidak berdasar seperti aliran air, ibu yang cerewet dan lainnya.

Mitos itu belum terbukti jika sudah ada itu adalah kehendal Allah dan bukan karena hal hal mistis lainnya. Allah akan memberikan sesuai prasangka hambanya.

Tapi orang tua Nana juga benar karena mempertimbangkan nasab seseorang yang nantinya akan dijadikan menantu atau suami dari Nana.

Cara memilih pasangan hidup sesuai syariat Islam ada aturannya, yaitu melihat dari 4 sisi, yaitu

  1. Dari kekayaannya,
  2. Dari paras wajahnya,
  3. Dari keturunannya, dan
  4. Dari agamanya

Yang terbaik yaitu dengan berpegang pada agamanya, tapi saat keturunannya dirasa tidak baik maka boleh saja tidak menerimanya. Yang penting adalah disampaikan dengan cara yang baik.

Manusia punya perasaan yaa, jangan sampai menyakiti hati orang, karena balasan untuk menyakiti hati orang lain itu sangat pedih.

  • Berserah diri pada Allah

Tugas manusia di dunia ini yaitu berdoa dan berusaha, selanjutnya berserah diri kepada Allah tentang apa saja yang telah dikerjakannya.

Dan kepunyaan Allah-lah apa yang ghaib di langit dan di bumi dan kepada-Nya-lah dikembalikan urusan-urusan semuanya, maka sembahlah Dia, dan bertawakallah kepada-Nya. Dan sekali-kali Rabb-mu tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan. (QS. Huud: 123).

Berkeyakinan bahwa Allah akan menyelesaikan semua urusan yang menimpa diri dan berkeyakinan bahwa Allah akan mengabulkan semua permohonan.

Kisah kejujuran yang mengharukan itu membuat kita jadi belajar dari sosok Aji yang akhirnya berserah diri pada Allah tentang jodoh yang dipersiapkan untuknya.

Tidak bisa bersama dengan Nana adalah ketetapan yang dibuat Allah dan dia yakin Allah telah mempersiapkan jodoh terbaik untuknya.

 

 

Begitu yadi yaa seobat sebelumtidur.com tentang kisah kejujuran yang mengharukan, semoga kita bisa mengambil hikmah dari kisah tersebut.

Ingat Allah ingat kebaikan.

Ingat cinta ingat sebelumtidur.com ehhh ingat berdoa yaa.

Salam cinta… :):)

Advertisements

Bagi Dong, Bagaimana Pendapat Positifmu tentang Topik Di atas?